Total Tayangan Halaman

Selasa, 01 Maret 2011

Kesederhanaan dalam Kemewahan

Kesederhanaan yang membahagiakan...

Sekitar seminggu lebih hidup "mewah". Mewah karena tak biasa, dan mewah tak sembarang mewah, tapi ada alasan yang melingkupinya. Kami harus bekerja keras siang malam, tak jarang pula waktu untuk istirahat kita relakan terenggut, karena agenda yang akan kita lakukan bukanlah agenda kecil, tapi agenda besar untuk peradaban Indonesia. 

Menu makan tidak seperti biasanya, kali ini gizi lebih diperhatikan. Bahkan kami juga "terpaksa" harus menginap di hotel mewah, entah bintang berapa. Yang kutau, hotel itu adalah hotel berkelas di Jogja. 
Dulu saya menganggap, tinggal di hotel mewah hanyalah sebuah mimpi di siang bolong. Tapi Allah berkehendak lain. Saya tinggal disana tanpa keluar uang sepeserpun. Ini membuktikan bahwa, tidak ada yang tidak mungkin jika Allah berkehendak. 

Di awal-awal sempat senang, apa-apa dilayani, dan menu makan pun variatif, lumayan untuk perbaikan gizi, pikirku (maklum, orang desa yang tidak punya cukup uang untuk tinggal di hotel mewah). Tidur pun enak, nyaman. Berbagai bayangan yang enak-enak mampir di pikiranku.

Namun, saya hanya merasakan kenikmatan dari semua kondisi itu beberapa saat saja. Bukan masalah pekerjaan yang memang harus dikerjakan dengan konsentrasi penuh dari pagi hingga tengah malam, kejar deadline, dan sebagainya. Sama sekali bukan karena itu. Tapi ada hal lain... Entah kenapa, di tengah semua kemewahan itu saya sangat merindukan kesederhanaan. Pikiran saya melayang-layang, teringat kehidupan rasulullah dan para sahabat, juga kehidupan sebuah keluarga yang akhir-akhir ini mampir di kehidupanku. 

Saya begitu merindukan tempe, begitu merindukan kamar yang sederhana namun nyaman, begitu merindukan kehidupanku yang sederhana. Sampai-sampai, ketika saya menyampaikan apa yang saya rasakan itu, beberapa teman saya tertawa. Mungkin aneh.. tapi saya benar-benar merindukan itu.

Terlepas dari semua kerinduan akan kesederhanaan, saya menemukan banyak pelajaran di dalamnya. salah satunya, tentang latihan untuk menjadi orang "kaya" yang tetap bersahaja

Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Aku memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Aku mencari segala bentuk rezki, tapi tidak menemukan rezki yang lebih baik daripada sabar (Umar bin Khattab)







Bersyukur Atas Ketidaksempurnaan

“Aku bersyukur karena tidak memiliki semua yang kuinginkan, jika aku memiliki semuanya, apalagi yang hendak kucari?”  Seandainya aku memiliki semua yang kuinginkan, maka bisa kubayangkan bahwa hidupku akan hampa, tanpa perjuangan. Betapa hidup itu tidak akan mengajariku apapun. Jadi bersyukurlah atas apa yang tidak kita punyai, karena dengan begitu kita akan berjuang. Sesuatu yang kita dapatkan atas perjuangan sendiri itu akan jauh terasa lebih nikmat wlaupun mungkin hasilnya jauh dari harapan.

“Aku bersyukur saat aku tidak mengetahui sesuatu, karena itu memberi kesempatan kepadaku untuk belajar.” Maka jangan pernah minder ketika kita tidak tahu sesuatu. Cari tahulah, belajarlah, dan jangan pernah ragu untuk bertanya pada orang yang lebih tahu. Janganlah kita membatasi diri dalam belajar. Semua yang ada di dunia ini, semua yang diciptakan Allah penuh pembelajaran. Banyak hal yang bisa kita pelajari dari orang tua, dari kawan kita, bahkan dari anak kecil, dari bayi, dari hewan yang mungkin bagi kita itu sangat menjijikkan. Jangan pernah merendahkan orang lain. Yakinlah, buka pikiran, open your mind, ambillah yang positif.

“Aku bersyukur atas masa-masa sulit  yang aku hadapi, karena selama itulah aku tumbuh menjadi dewasa.” Jangan terburu-buru terpuruk ketika masa sulit menghampiri.Jadikan masa-masa sulit sebagai media bagi kita untuk membangkitkan energi yang hilang. Ingat… bahwa Allah tidak akan membebani hambaNya di luar batas kemampuannya. Pikirkanlah dengan otak yang dingin dan hati yang tenang. Hati yang tenang itu lebih bisa cepat menyelesaikan permasalahan dari pada hati yang “grusa grusu”. Yakinlah…. Aku sudah membuktikannya! Bersyukurlah karena kita masih diberi kesulitan oleh Allah, karena itu artinya Allah masih sayang kita. Bukankah ujian itu adalah tarbiyah dari Allah? Masa-masa sulit itulah yang juga akan menguji keimanan seorang muslim.

“Bersyukur atas keterbatasan yang aku miliki, karena hal itu memberi aku kesempatan untuk memperbaiki diri.” Aku tidak bisa membayangkan, seandainya hidupku sempurna, bukan kebahagiaan yang aku dapatkan, tapi sangat mungkin aku mendapatkan kehampaan. Menjadikan keterbatasan sebagai peluang. Dari sanalah kita akan terus, dan terus memperbaiki diri. Bersama saudara seperjuangan, saling menasehati, saling mengingatkan atas kealpaan…. Dan jangan sungkan-sungkan untuk minta kritikan dari teman-teman kita, karena dari sinilah kita akan memperbaiki diri. Teman sejati bukanlah teman yang selalu memuji, tapi dia adalah teman yang memuji ketika benar, dan meluruskan ketika kita bengkok. *jadi rindu temen2 LQ*

“Bersyukurlah atas setiap tantangan baru, karena hal itu akan membangun kekuatan dan karakterku” Belajarlan untuk menyukai tantangan, karena dari sanalah kemudian kita dituntut untuk terus belajar belajar, dan terus belajar. Kita di tempa. Bagaimana kita menyikapi tantangan baru tersebut, dari sana akan  terlihat bagaimana seberapa besar kekuatan kita, dan bagaimana karakter kita. Dan sungguh benar, tantangan itu akan semakin menguatkan karakter.

“Bersyukurlah atas ketidaksempurnaan yang kita miliki.” Karena dari sinilah kita akan terus berproses untuk menjadi sempurna. Tataplah ke depan, jangan terpusat pada masalah, fokuslah pada solusi.

Ingatlah kawan, bahwa baik buruk, susah senang, sedih bahagia, semuanya dari Allah. Bukankah tidak ada yang sia-sia dari-Nya? Semuanya penuh hikmah, semuanya penuh pembelajaran. Carilah hikmah dan pembelajaran itu, lalu ambillah. Ucapkan Hamdallah, dan tetaplah tersenyum tuk songsong masa depan yang indah ^^

Jika pun hidup kita berjalan tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Yakinlah hari-hari kemudian akan lebih baik dari hari-hari sekarang dan hari-hari yang telah lalu. Berprasangka baiklah Allah SWT akan memberikan karunia dan rahmat yang besar di hari-hari esok, dan JANGAN BERPUTUS ASA!

By : Bocah Ulung

Semoga setiap detik yang kita lewati senantiasa dipenuhi rasa syukur terhadap apa yang telah DIA berikan…