Total Tayangan Halaman

Sabtu, 09 April 2011

Lukisan Kehidupan

Titik demi titik terus kulukis
Membentuk garis
Garis membentuk lukisan perjalanan
Adakalanya indah, 
Namun adakalanya menyisakan sesuatu yang tidak enak sehingga harus dihapus

Dengan apa aku melukisnya? Pensil? Bolpoin? Spidol? Atau apa?

Tidak semua mudah dihapus begitu saja. Pun ketika aku melukisnya dengan pensil, namun sewaktu melukis, aku lupa, menghujamkan pensil itu terlalu dalam, hingga ketika kertas itu dibalik, akan timbul benjolan. Aku lupa bahwa suatu saat aku melakukan kesalahan, sehingga harus dihapus. Terlanjur aku menghujamnya terlalu dalam, hingga ketika sudah berusaha dihapus dengan bersih, ternyata masih ada bekas. Yang mungkin tak bisa hilang.


"Luka tamparan kamu itu besok juga hilang, tapi HATINYA TIDAK BISA. Meskipun kamu minta maaf, mungkin di depan di maafin karena takut, tapi HATI SANGAT MEMBEKAS LUKANYA. Itu minta amalmu di akhirat, itupun kalau amalnya banyak"
(Ust. Rahmat Abdullah)

Rasanya kata maaf saja tak cukup bagiku untuk menebus semuanya...
ya Rabb, anugerah indah, maka ijinkan aku menjaga anugerah itu hingga Engkau mengumpulkan kami di syurgaMu kelak...