Ingin sekali kugoreskan tinta, untuk emak, bapak, kakak, serta orang-orang yang selalu mendukungku di sana, di kampung tercinta, Blora. Apa kabar kalian semua? Rasanya kangen sekali, ingin sekali pulang, memenuhi hak-hak kalian, tapi apalah daya, masih belum memungkinkan.
Di sini aku menahan rindu yang teramat sangat, yang aku berharap Allah menyampaikan salam dan rinduku untuk kalian semua. Saat kutulis coretan singkat ini, air mataku tak henti-hentinya mengalir. Kalian tau kenapa? Rasanya aku sampai tidak mampu berkata-kata lagi.
Dilema... itu yang sering aku rasakan. Terus berusaha berbagi dengan sesama, tanpa melupakan kewajiban utama. Namun seringkali aku lengah, terus menerus berusaha berbuat yang terbaik untuk ummat, namun lupa dengan diri sendiri, juga kalian keluargaku.
"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (QS At Tahrim : 6)
Ketika teringat ayat itu, aku selalu menangis, menangis dalam kesunyian, teringat akan dosa sendiri, bahwa aku telah melalaikan keluargaku. Allahummagh firlii... Ya Allah, berilah kesempatan bagiku untuk menunaikan kewajiban ini.
Emak, Bapak, apa kabar engkau di sana? Di sini, di perantauan ini, aku selalu berdoa untuk kalian, hingga terbawa ke dalam mimpi. Aku sering menangis untuk kalian. Namun tangisan saja tidaklah cukup. Aku tau itu, dan di sini aku masih ingin selalu membahagiakan kalian, mewujudkan harapan-harapan kalian, meskipun sebenarnya ada beberapa yang tidak sesuai dengan "keinginan" pribadi. Namun, kembali kurenungi, mencoba mencari setiap serpihan hikmah, mencari celah positif dari setiap hal, aku akan melanjutkan perjuangan itu.
"Bersama kesulitan ada kemudahan, insyaAllah Allah akan kasih kemudahan, jika hambaNya mau berusaha dan terus berdo'a. Yakin.. itu kuncinya. Allah akan beri kemudahan kepada hamba-hambaNya yang menolong agamaNya", begitu kalian selalu menguatkanku.
Emak, Bapak... terimakasih atas kepercayaan penuh-nya. Sungguh beruntung aku, Allah memberiku orang tua seperti kalian, dan di sini aku dipertemukan dengan orang-orang sholih, insyaAllah.. Aku ingin menjadi harta "berharga" untuk kalian.
Luv u Mom, Dad...
*ditulis dengan derai air mata yang tak kunjung berhenti
Di sini aku menahan rindu yang teramat sangat, yang aku berharap Allah menyampaikan salam dan rinduku untuk kalian semua. Saat kutulis coretan singkat ini, air mataku tak henti-hentinya mengalir. Kalian tau kenapa? Rasanya aku sampai tidak mampu berkata-kata lagi.
Dilema... itu yang sering aku rasakan. Terus berusaha berbagi dengan sesama, tanpa melupakan kewajiban utama. Namun seringkali aku lengah, terus menerus berusaha berbuat yang terbaik untuk ummat, namun lupa dengan diri sendiri, juga kalian keluargaku.
"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (QS At Tahrim : 6)
Ketika teringat ayat itu, aku selalu menangis, menangis dalam kesunyian, teringat akan dosa sendiri, bahwa aku telah melalaikan keluargaku. Allahummagh firlii... Ya Allah, berilah kesempatan bagiku untuk menunaikan kewajiban ini.
Emak, Bapak, apa kabar engkau di sana? Di sini, di perantauan ini, aku selalu berdoa untuk kalian, hingga terbawa ke dalam mimpi. Aku sering menangis untuk kalian. Namun tangisan saja tidaklah cukup. Aku tau itu, dan di sini aku masih ingin selalu membahagiakan kalian, mewujudkan harapan-harapan kalian, meskipun sebenarnya ada beberapa yang tidak sesuai dengan "keinginan" pribadi. Namun, kembali kurenungi, mencoba mencari setiap serpihan hikmah, mencari celah positif dari setiap hal, aku akan melanjutkan perjuangan itu.
"Bersama kesulitan ada kemudahan, insyaAllah Allah akan kasih kemudahan, jika hambaNya mau berusaha dan terus berdo'a. Yakin.. itu kuncinya. Allah akan beri kemudahan kepada hamba-hambaNya yang menolong agamaNya", begitu kalian selalu menguatkanku.
Emak, Bapak... terimakasih atas kepercayaan penuh-nya. Sungguh beruntung aku, Allah memberiku orang tua seperti kalian, dan di sini aku dipertemukan dengan orang-orang sholih, insyaAllah.. Aku ingin menjadi harta "berharga" untuk kalian.
Luv u Mom, Dad...
*ditulis dengan derai air mata yang tak kunjung berhenti