Beberapa kali merekrut pasukan, namun beberapa kali kelabakan. Selalu mencari mencari dan mencari. Apa yang salah? Berbagai pelatihan kami lakukan, yang respon banyak, yang mengikuti pelatihan juga banyak, namun yang terjun ke lapangan bisa di hitung jari, atau bahkan terjadi 4L, Loe Lagi Loe Lagi.
Mencoba mencari strategi lain, mengikatnya, menjadikannya koordinator mungkin, namun tak jarang juga cara ini tak mempan. Lagi-lagi terjadi 4L. Ketika saya mencoba bergerilya sendiri, menawarkan proyek peradaban, banyak yang tertarik. Alhamdulillah, senyum sumringah terpancar dari hati. Follow up pertama masih antusias dan menggembirakan, tapi semakin hari semakin menghilang, dan pada akhirnya yang mampu bertahan adalah orang-orang lama.
Hal inilah yang pada akhirnya membuat saya enggan untuk kembali mencari pasukan baru. Tapi saya selalu berusaha untuk huzh-nuzhan, barangkali memang ada amanah lain yang menuntut untuk diprioritaskan. Hanya itu yang bisa saya lakukan. Tapi yang saya sayangkan, kenapa TIDAK ADA KOMUNIKASI? Padahal setan-setan selalu bergentayangan, terus menggoda manusia. Dan tak jarang pula fenomena ini membuat saya jengkel! Astgahfirullahal 'adziim
Tapi saya pikir lagi, daripada hanya menggerutu tidak jelas, lebih baik lakukan yang jelas-jelas saja, bekerja dengan orang yang jelas-jelas saja. Sebuah hiburan buat diri sendiri yang tidak buruk kupikir.
"..Apakah kamu mengira Kami akan membiarkan kamu berkata 'kami beriman' sedangkan kamu belum diuji?.."
***
Kejenuhan sebenarnya tidak terjadi karena aktifitas harian kita yang monoton saja, tapi semangat yang menggebu-gebu dengan amal yang mengebu-gebu pula tanpa disertai kontinuitas. Inilah sebenarnya penyebab kejenuhan yang melumpuhkan hingga akhirnya stagnan.