Penolakan, cemooh, cibiran, pujian dan sebagainya mungkin sudah menjadi menu harian bagi seorang da'i. Ketika mendapatkan penolakan, cemooh, cibiran, bahkan mungkin fitnah maka bersabarlah. Fashbir shobron jamiil. Begitulah dakwah. Bahkan orang yang sudah menjadi bagian dari hidup kita bukan tidak mungkin menjadi "penghalang" dari dakwah ini, dakwah kepada keluarga itu termasuk dakwah yang "paling sulit". Ketika nasehat-nasehatmu, sikap-sikapmu dianggap lain oleh mad'u, bersabarlah. Sabar sabar sabar.. senjata ampuh bagi da'i. Ketika mendapat pujian, maka janganlah menjadi riya', pujilah Allah, dan bersyukurlah kepadaNya, karena pada hakekatnya semua itu tidak akan terjadi tanpa kehendak dan kekuatan dariNya. Semoga pujian-pujian itu tidak menjadi "penghancurmu".
“Apakah kalian mengira akan dibiarkan begitu saja, padahal belum terbukti bagi Allah orang-orang yang berjuan diantara kalian?” (QS At Taubah (9):16)
Ketika Jalan Dakwah adalah sebuah pilihan, maka jangan bertanya kapan pengorbanan akan berakhir. Jalan da'wah itu jauh lebih panjang daripada umur kita. Dan apakah kita siap untuk terus berkorban? Maka persiapkanlah semuanya, sembari terus mohon pertolonganNya. Sepanjang kita ridlo pada jalan dakwah itu maka pengorbanan itu terasa indah dan menyenangkan. Terlibatlah dalam aktivitas dakwah apapun yang bisa kamu lakukan tanpa harus kehilangan status sebagai rakyat biasa, karena dakwah tak mengenal status sosial.
“Manusia yang paling berat ujiannya adalah para Nabi. Kemudian baru orang-orang yang lebih rendah derajatnya, berurutan secara bertingkat. Seseorang diuji menurut kadar agamanya. Jika ia kuat dalam agamanya, maka ujiannya sangat berat. Dan jika lemah agamanya, maka ia akan diuji Allah sesuai tingkat ketaatannya pada agamanya. Demikianlah bala’ dan ujian itu senantiasa dilimpahkan kepada seorang hamba sampai ia berjalan di muka bumi tanpa dosa apapun.”(HR. Tirmidzi)

